7 Cara Merawat Baterai Laptop Agar Tetap Awet

Laptop dibekali dengan baterai yang kapasitas dan daya tahannya bermacam-macam. Itulah salah satu kelebihannya sehingga ia bisa digunakan secara portable, mudah dibawa ke mana-mana, dan juga bisa digunakan tanpa kabel untuk beberapa jam tergantung baterainya. Namun, jika penggunaan tidak benar, bisa jadi terjadi kerusakan pada baterai sehingga mengakibatkan daya tahannya menurun drastis atau bahkan drop & cepat mati. Itulah kenapa kalian harus tahu bagaimana cara merawat baterai laptop agar tetap awet & tahan lama.

Tips Ampuh Agar Baterai Laptop Awet Tahan Lama

Jika sebuah laptop baterainya lebih awet & tahan lama, tentu penggunanya akan semakin nyaman. Lain halnya jika sebentar-sebentar harus diisi daya, hal ini pasti sangat mengganggu aktifitas. Lalu, bagaimana tips merawat baterai laptop supaya daya tahan lebih lama? Ada beberapa tips ampuh yang bisa kalian ikuti. Di bawah ini akan kami jelaskan satu per satu.

  1. Jangan Berlebihan Mengisi Daya

Ketika baterai sebuah komputer portable tinggal sedikit, tentu kalian akan segera mengisi daya. Namun, pengisian daya tidak boleh dilakukan asal-asalan. Kesalahan paling mendasar & sering dilakukan adalah melakukan charging terlalu lama. Kadang, proses charging dibiarkan saat sebelum tidur hingga bangun tidur. Hal tersebut pastilah tidak bagus untuk kondisi baterainya. Untuk itu, sebaiknya segera cabut charger ketika baterainya sudah penuh. Untuk laptop baru, sebaiknya discharge hingga 100% & segera dicabut sedangkan laptop lama cukup sampai 80% saja. Tujuannya adalah untuk menjaga kondisi baterai itu sendiri. Umumnya, pengisian daya memerlukan waktu sekitar 2 hingga 4 jam tergantung jenis laptopnya.

  1. Matikan Saat Pengisian Daya

Mana yang lebih baik antara pengisian daya baterai laptop dalam keadaan hidup atau mati? Tentu saja proses charging sebaiknya dilakukan saat posisi mati. Ada banyak alasan. Selain agar proses isi daya lebih cepat, hal tersebut juga menjaga kondisi baterai supaya tidak cepat panas. Namun, apabila terpaksa menggunakan laptop saat pengisian daya karena pekerjaan atau tugas yang tidak bisa ditunda-tunda lagi, maka boleh-boleh saja tetap menghidupkan & menggunakannya asal tidak berlebihan.

  1. Kalibrasi Ulang Secara Rutin

Sering kali pengguna laptop tidak mengetahui tentang kalibrasi. Padahal, hal ini sangat penting, terutama jika baterai sering tiba-tiba drop atau bahkan mati. Intinya, kalibrasi diperlukan jika kalian tidak yakin dengan informasi yang ditampilkan tentang sisa daya ataupun waktu penggunaannya. Sebenarnya, kalibrasi disarankan setiap 3 bulan sekali. Namun pada kenyataannya tidak perlu sesering itu. Bahkan, beberapa produk laptop baru tidak perlu lagi memerlukan pengkalibrasian. Ada cara kalibrasi ulang menggunakan aplikasi bawaan, ada juga cara secara manual. Untuk itu, kalian harus tahu bagaimana mengkalibrasi ulang secara benar karena ini merupakan salah satu cara merawat baterai laptop.

  1. Hindari Overheat

Ada banyak faktor penyebab suatu laptop baterainya cepat rusak atau drop. Salah satu penyebabnya ialah penggunaan hingga overheat. Overheat merupakan kondisi dimana sebuah baterai terlalu panas, baik itu karena penggunaan terlalu lama, penggunaan terlalu berat, ataupun digunakan di tempat panas. Overheat menyebabkan baterai menjadi soak. Itulah kenapa salah satu cara menjaga baterai laptop ialah mengindari overheat. Jika kalian menggunakannya setiap hari selama berjam-jam, jangan lupa untuk merestart & jangan biarkan menyala 24 jam atau bahkan hingga berhari-hari.

  1. Gunakan Atau Simpan di Tempat Tidak Terlalu Panas

Umumnya, kita mengoperasikan perangkat komputer portable ini di tempat-tempat sejuk atau ruangan ber-AC. Seperti dalam rumah, ruang kelas, kantor, & lain sebagainya. Namun, tak jarang juga kalian mungkin menggunakannya pada tempat-tempat panas misalnya di pabrik atau ruangan terbuka. Hal tersebut bisa saja mempengaruhi kondisi baterai. Untuk itu, sebaiknya gunakanlah pada tempat-tempat sejuk, termasuk menyimpan saat tidak digunakan. Penggunaan di tempat sejuk bisa membuatnya tetap dingin meski digunakan berjam-jam sehingga keawetan lebih tahan lama.

  1. Isi Daya Menggunakan Charger Asli

Saat ini, banyak beredar charger palsu atau bajakan di toko-toko aksesoris komputer tidak resmi. Meskipun bisa berfungsi dengan baik, namun ada akibat buruk untuk jangka panjang. Charger bukan ori bisa mengakibatkan kerusakan pada komponen baterai sehingga cepat soak. Untuk itu, pastikan bahwa kalian menggunakan charger asli atau ori untuk menjaga kualitas dan kondisi baterainya. Jika charger rusak, silahkan beli di toko-toko resmi yang menjamin garansi. Meskipun harganya mungkin cukup mahal, tapi manfaat jangka panjang akan sangat berguna.

  1. Jangan Membiarkan Daya Baterai Kosong

Ini juga merupakan salah satu kesalahan mendasar namun sering dilakukan. Kadang, ketika ada pemberitahuan bahwa daya tinggal 15% atau 10%, kita masih bersantai-santai & tetap menggunakannya hingga tak sadar waktu bahkan mati dengan sendirinya. Tentu saja ini sangat tidak bagus. Bisa saja pekerjaan penting belum kalian simpan. Namun yang lebih parah, hal tersebut dapat mempengaruhi kondisi baterai sehingga cepat rusak. Untuk itu, jangan tunggu hingga daya kosong. Segera lakukan pengisian daya kembali ketika baterai tinggal 15% atau 10%.

Itulah beberapa tips dan petunjuk penting tentang bagaimana cara merawat baterai laptop secara baik & benar. Dengan mengikuti tips-tips di atas, semoga laptop kalian baterainya tetap awet meskipun digunakan setiap hari. Bagaimanapun juga, perawatan lebih penting daripada perbaikan karena mencegah kerusakan. Umumnya, baterai laptop yang rusak harus diganti baru, di mana harganya cukup mahal.

7 Cara Merawat Baterai Laptop Agar Tetap Awet | admin | 4.5